BAB I
PENDAHULUAN
Strategi perusahaan atau organisasi merupakan suatu wilayah kajian yang
selalu menarik untuk dicermati. Begitu banyak pendekatan yang dilakukan, mulai
dari sangat kuantitatif sampai pada belajar dari pengalaman sukses seseorang
atau suatu perusahaan (best practices).
Strategi Pembedaan Produk (differentiation), mendorong
perusahaan untuk sanggup menemukan keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi
sasarannya. Keunikan produk (barang atau jasa) yang dikedepankan ini
memungkinkan suatu perusahaan untuk menarik minat sebesar-besarnya dari
konsumen potensialnya. Cara pembedaan produk bervariasi dari pasar ke pasar,
tetapi berkaitan dengan sifat dan atribut fisik suatu produk atau pengalaman
kepuasan (secara nyata maupun psikologis) yang didapat oleh konsumen dari
produk tersebut. Berbagai kemudahan pemeliharaan, features tambahan, fleksibilitas,
kenyamanan dan berbagai hal lainnya yang sulit ditiru lawan merupakan sedikit
contoh dari diferensiasi. Strategi jenis ini biasa ditujukan kepada para
konsumen potensial yang relatif tidak mengutamakan harga dalam pengambilan
keputusannya (price insensitive).
Dalam
persaingan memasarkan produk, perusahaan perlu membangun strategi pemasaran
yang baik. Strategi yang harus dilakukan dalam upaya mencapai target pemasaran
dimulai dari dalam perusahaan. Strategi yang perlu dilakukan tersebut adalah
strategi diferensiasi. Arti diferensiasi lebih dari pengikatan
perbedaan-perbedaan yang rumit yang mewarnai suatu entitas.
Namun strategi diferensial ini juga memiliki resiko, salah satunya adalah
jika perbedaan atau keunikan yang ditawarkan produk tersebut ternyata tidak
dihargai (dianggap biasa) oleh konsumen. Jika hal ini terjadi, maka pesaing
yang menawarkan produk standar dengan strategi biaya rendah akan sangat mudah
merebut pasar. Oleh karenanya, dalam strategi jenis ini, kekuatan departemen
Penelitian dan Pengembangan sangatlah berperan.
Makalah ini akan membahas tentang alternatif strategi: strategi
diferensiasi secara lebih dalam lagi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Diferensiasi
Philip Kotler (1999), memberikan definisi dari
diferensiasi sebagai berikut:“Diferensiasi
adalah tindakan merancang satu set perbedaan yang berarti untuk membedakan
penawaran perusahaan dari penawaran pesaing”.[1]
Menurut Kartajaya, diferensiasi adalah semua upaya yang
dilakukan perusahaan untuk menciptakan perbedaan diantara pesaing dengan tujuan
memberikan nilai yang terbaik untuk konsumen.[2] Strategi
diferensiasi adalah suatu strategi yang dapat memelihara loyalitas
pelanggan dimana dengan menggunakan strategi diferensiasi, pelanggan
mendapat nilai lebih dibandingkan dengan produk lainnya. Aaker dan Jummaini
menyatakan bahwa strategi diferensiasi yang sukses haruslah strategi
yang mampu: (a) menghasilkan nilai pelanggan, (b) memunculkan persepsi yang
bernilai khas dan baik serta (c) tampil sebagai wujud berbeda yang sulit untuk
ditiru.[3]
Esensi dari strategi diferensiasi adalah perusahaan dapat
memberikan perbedaan yang lebih unik dari pada pesaing, sehingga dengan
perbedaan itu konsumen memiliki nilai yang lebih tinggi.
Diferensiasi adalah strategi yang bertujuan memproduksi barang dan
jasa yang di anggap unik oleh industri dan ditujukan kepada pelanggan yang
relatif tidak sensitif terhadap harga.
B.
Sumber Diferensiasi
Perusahaan melakukan deferensiasi terhadap para pesaingnya bilamana dia berhasil menampilkan keunikan yang bernilai penting
oleh pembeli bukan hanya penawaran harga rendah tetapi keunikan yang lain.
a.
Diferensiasi Produk
Produk fisik merupakan
hal yang potensial untuk dijadikan pembeda. Perusahaan dapat membedakan
produknya berdasarkan keistimewaan, kualitas kinerja kualitas kesesuaian, daya
tahan, keandalan, mudah diperbaiki, gaya
dan rancangan.
b.
Diferensiasi Pelayanan
Pembeda pelayanan yang
utama adalah kemudahan pemesanan, pengiriman, pemasangan, pemeliharaan dan
perbaikan.
c.
Diferensiasi Personel
Perusahaan
dapat memperoleh keunggulan bersaing yang kuat denga mempekerjakan dan melatih
orang-orang lebih baik. Terdapat 6 (enam)
karakteristik yang menunjukkan personil yang terlatih, yaitu kemampuan
personel, kesopanan, kredibilitas, dapat diandalkan, cepat tanggap dan
komunikasi.
Personalia yang terlatih menunjukan enam
karakteristik: kemampuan: memiliki keahlian dan pengetahuan yang
diperlukan; kesopanan: ramah, menghormati, dan penuh perhatian; kreadibilitas: dapat dipercaya; Dapat diandalkan: memberikan pelayanan secara konsisten dan
akurat; cepat
tanggap: Cepat
menanggapi permintaan dan permasalahan konsumen; dan komunikasi: berusaha memahami pelanggan dan berkomunikasi
dengan jelas.
d.
Diferensiasi Saluran
Perusahaan-perusahaan dapat mencapai keunggulan
bersaing melalui cara mereka merancang saluran distribusi, terutama yang
menyangkut jangkauan,
keahlian ,dan kinerja saluran-saluran tersebut. Dalam melakukan diferensiasi saluran, perusahaan dapat melakukan strategi
berdasarkan pada Distribusi Eksklusif, Distribusi Selektif dan Distribusi Intensif.
e.
Diferensiasi Citra
Para
pembeli memiliki tanggapan berbeda terhadap citra perusahaan atau merek.
Identitas dan citra perlu dibedakan. Identitas terdiri dari
berbagai cara yang dimaksudkan oleh perusahaan untuk mengidentifikasi atau
memposisikan diri atau produknya. Citra adalah cara masyarakat
mempersepsi (memikirkan) perusahaan atau produknya. Identitas
yang efektif melakukan tiga hal: ia membangun karakter produk dan proposisi
nilai. Perusahaan dapat
mengekspresikan citra dengan melalui lambang, media tertulis dan audio visual
serta suasana.
C.
Strategi Diferensiasi
Diferensiasi berakar dari upaya menciptakan nilai pembeli secara
unik. untuk mencapai diferensiasi yang tahan lama, perusahaan perlu
melaksanakan secara unik sejumlah aktivitas nilai yang mempunyai dampak atas
criteria pembelian itu. Untuk bisa memenuhi sejumlah criteria pembelian, maka
perusahaan perlu melakukan suatu aktivitas nilai saja dengan baik, cerdik,
inovatif. Criteria pembelian lainnya dipengaruhi oleh banyak aktivitas
perusahaan. Misalnya, waktu penyerahan barang dapat dipengaruhi antara lain
oleh operasi, logistic keluar, dan pengolahan pesanan.
Strategi diferensiasi bertujuan untuk menciptakan jurang terlebar
antara nilai pembeli yang tercipta (dan, karenanya premi harga yang berhasil
ditetapkan) dan biaya keunikan dalam rantai nilai perusahaan. Biaya
diferensiasi akan berbeda-beda menurut aktivitas nilainya, dan perusahaan
bersangkutan perlu memilih aktivitas yang kontribusinya pada nilai pembeli
adalah yang terbesar relative terhadap biayanya.
Komponen akhir pada strategi diferensiasi adalah daya tahan.
Diferensiasi tidak akan mendorong tercapainya premi harga dalam jangka panjang
kecuali jika sumbernya tetap memiliki nilai bagi pembeli dan tidak bisa ditiru
pesaing. Jadi, perusahaan harus menemukan sumber keunikan yang tahan lama dan
terlindung oleh penghalang peniruan.
D.
Langkah-langkah dalam Diferensiasi[4]
Secara garis besar langkah-langkah analisis yang di perlukan untuk
menentukan landasan bagi diferensiasi dan menyeleksi strategi diferensiasi
adalah segai berikit:
1.
Menentukan
pembeli sesungguhnya.
2.
Mengidentifikasi
rantai nilai pembeli dan dampak perusahaan atas rantai nilai ini.
3.
Menentukan
susunan peringkat kriteria pembelian pembeli.
4.
Menilai
sumber keunikan yang sudah ada atau yang mungkin ada dalam rantai nilai
perusahaan.
5.
Mengidentifikasikan
biaya sumber diferensiasi yang sudah ada dan yang potensial
6.
Memilih
konfigurasi aktivitas nilai yang menciptakan diferensiasi paling bernilai bagi
pembeli relatif terhadap biaya diferensiasi.
7.
Menguji
daya tahan strategi diferensiasi yang telah di pilih.
8.
Menurunkan
biaya dalam aktivitas yang tidak mempengaruhi bentuk diferensiasi yang di
pilih.
E.
Keuntungan dari Strategi Diferensiasi,
Beberapa keuntunganyang di dapatkan antara lain;
1
Produk lebih mudah
diingat para konsumen Pada dasarnya segala sesuatu yang unik dan berbeda, tentu
akan memberikan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Sehingga mereka lebih
mudah mengenali dan mengingat produk tersebut, dibandingkan produk lainnya yang
sudah umum di pasaran.
2
Produk
lebih unggul dibandingkan dengan produk lainnya.
Jika produk lainnya sudah dianggap standar oleh para
konsumen, dengan menciptakan diferensiasi maka produk
Anda akan terlihat lebih unggul dibandingkan produk lainnya yang sudah banyak
beredar dipasaran. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi para pemasar, karena
dengan produk yang unggul akan memudahkannya dalam membangun
loyalitas konsumen.
3
Harga Jual Produk lebih
tinggi.
Sebuah produk yang memiliki keunikan khusus, biasanya
akan diburu konsumen dengan harga berapapun. Jadi tidak heran bila harga jual
produk limited edition bisa lebih tinggi dibandingkan dengan harga
produk lainnya yang sudah banyak beredar dipasaran. Karena kebanyakan konsumen
berani membayar mahal, untuk dapat menikmati produk inovatif yang ditawarkan
pelaku pasar.
4
Mengatasi masalah
kejenuhan pasa, Mengingat penjualan sebuah produk sering mengalami pasang surut
sesuai dengan daur hidupnya yang terus berputar, maka adanya diferensiasi
produk dapat membantu para pengusaha maupun pelaku pasar ketika konsumen sudah
mulai jenuh dengan produk yang biasa ditawarkannya
5
Membantu terciptanya
image produk,Semakin unik produk yang Anda tawarkan, maka akan semakin
memudahkan konsumen dalam mengenali produk tersebut. Dan semakin banyak
konsumen yang mengenali produk Anda, maka semakin besar pula peluang Anda untuk
menanamkan image produk yang Anda tawarkan di hati para konsumen. Sehingga Anda
dapat menentukan positioning yang tepat, sesuai dengan target pasar yang
Anda bidik.
6
Fleksibilitas
produk yang lebih besar
7
Kompabilitas
produk yang lebih besar
8
Jasa
yang lebih baik
9
Perawatan
lebih sedikit
10
Kenyamanan
lebih besar
F.
Diferensiasi dan Rantai Nilai
Deferensiasi tidak dapat dipahami dengan hanya memandang perusahaan
bersangkutan secara keseluruhan, melainkan melalui sejumlah kegiatan spesifik yang
dilakukan perusahaan dan pengaruh kegiatan tersebut terhadap pembeli. Diferensiasi tumbuh dari
rantai nilai perusahaan. Sebenarnya setiap aktivitas nilai merupakan sumber
potensial bagi keunikan.
Deferensiator berhasil meraih sukses dengan menciptakan keunikan
lewat sejumlah aktivitas primer dan pendukung.
Perusahaan dapat melakukan deferensiasi lewat keluasan aktivitas atau
lewat cakupan luas bersaingnya. Faktor yang membantu deferensiasi yaitu,
a
kemampuan
melayani kebutuhan pembeli
b
Kesederhanaan
pemeliharaan (praktis)
c
Kesamaan tempat yang dituju
d
Kesamaan
tempat bagi pelayanan pelanggan
e
Keunggulan
kompabiliitas dibandingkan dengan produk lain
e.1.
Penentu Keunikan
Ditentukan dalam sebuah aktifitas nilai oleh sejumlah penentu pokok
(basic driver yang sejalan dengan
penentu biaya.
Penentu keunikan yang pokok telah disusun menurut derajat
kepentingan sebagai berikut:
1.
Pilihan
Kebijakan, oleh karena itu keunikan banyak di tentukan oleh kebebasan dalam
penetapan pilihan kebijakan. Sejumlah pilihan kebijakan yaitu:
a.
Ciri
dan kemampuan kerja produk yang di tawarkan
b.
Pelayanan
c.
Intensitas
aktivitas yang di lakukan
d.
Isi
aktivitas
e.
Teknologi
yang di pakai
f.
Mutu
masukan
g.
Prosedur
yang mengatur tindakan pegawai
h.
Tingkat
pengalaman dan ketrampilan
i.
Informasi
yang di pakai
2.
Keterkaitan
Keunikan seringkali berakar pada
keterkaitan yang ada dalam rantai nilai atau keterkaitan dengan pemasok dan
saluran yang dipakai perusahaan.
3.
Pengaturan
waktu
Keunikan dapat merupakan hasil dari waktu yang ditentukan oleh
perusaah bersangkutan untuk mulai melakukan aktivitas.
4.
Lokasi
Keunikan dapat berakar dari lokasi.
5.
Hubungan
timbale balik
Keunikan aktifitas nilai dapat timbul dari menjalankan aktivitas
ini secara bersama-sama dengan unit-unit usaha yang berada dibawah satu
perusahaan induk.
6.
Pembelajaran
dan pelimpahan
Keunikan sebuah aktivitas dapat merupakan hasil dari belajar cara
melaksanakanaktivitas ini dengan lebih baik.
7.
Skala
Skala besar dapat memungkinkan dilaksanakannya sebuah aktivitas
dengan cara unik yang tidak mungkin dilaksanakan pada volume kecil
8.
Factor
kelembagaan
Faktor kelembagaan kadang-kadang memainkan peran dalam membuat
perusahaan menjadi unik.
G.
Biaya Diferensiansi
Perusahaan harus
mengeluarkan biaya tinggi untuk menjadi unik karena untuk mencapai
keunikan perusahaan harus melaksanakan sejumlah aktivitas nilai secara lebih
baik dari para pesaingnya.
f.1.
Nilai
pembeli dan diferensiasi
Perusahaan yang
berhasil melakukan diferensisasi selalu berusaha mencari cara menciptakan nilai
pada pembeli sehingga menghasilkan harga premi yang lebih tinggi dari pada
biaya ekstra yang telah di keluarkan.
f.2.
Nilai
bagi pembeli
Bagi pembeli, Perusahaan menciptakan
nilai yang dapat dipakai untuk membenarkan harga premi (atau preferensi pada
harga yang sama) lewat dua mekanisme, yaitu:[5]
a.
Dengan
menurunkan biayaa pembeli.
Menurunkan resiko kegagalan pembeli setara dengan menurunkan biaya
pembeli
b.
Dengan
menaikkan kinerja pembeli.
Bagi pembeli berskala industry, pedagang, dan lembaga, diferensiasi
mengharuskan perusahaan untuk secara unik mampu
menciptkan keunggulan bersaing bagi pembelinya dengan cara-cara lain
disamping menjual dengan harga lebih rendah. Jika perusahaan mampu menurunkan
biaya pembeli atau meningkatkan kinerja pembeli, maka pembeli akan bersedia
membayar harga premi. Misalnya jika komponen yang disediakan pemasok suku
cadang sepeda yang memiliki reputasi baik memungkinkan perakit sepeda
meningkatkan diferensiasi dan karenanya menentukan harga tinggi, maka si
perakit sepeda akan bersedia membayar premi bagi komponen itu. Demikian pula ,
mesin fotokopi merek “X” mampu menurunkan biaya pembuatan sejilid dokumen
karena dilengkapi dengan alat pengumpan dokumen bersirkulasi ulang dan stapler
otomatis. Hal ini menurunkan biaya pegawai pembeli dan berarti bahwa pembeli
bersedia membayar harga premi bagi mesin fotokopi itu. Dalam kedua contoh di
atas perusahaan yang bersangkutan mampu meningkatkan keunggulan bersaing
pembeli meskipun tidak menjual produknya dengan harga lebih rendah.
c.
Menurunkan
biaya pembeli
Apapun yang dilakukan perusahaan untuk menurunkan biaya total
pembeli dalam memakai produk atau biaya lainnya yang harus dipikul pembeli
merupakan landasan potensial bagi diferensiasi. Seringkali ada banyak cara
untuk menurunkan biaya pembeli jika perusahaan memahami dengan baik cara
pembeli memakai produknya dan bagaimana pengaruh aktivitas pemasaran dan
penyerahan barang dan aktivitas lainnya atas biaya pembeli. Perusahaan dapat
menurunkan biaya pembeli dengan sejumlah cara:[6]
·
Menurunkan
biaya penyerahan barang, biaya pemasangan, atau biaya pendanaan
·
Menurunkan
frekuensi pemakaian produk yang diperlukan
·
Menurunkan
biaya langsung pemakaian produk, seperti tenaga kerja, bahan bakar,
pemeliharaan, ruangan yang diperlukan, dan sebagainya
·
Menurunkan
biaya tak langsung pemakaian produk atau dampak produk atas aktivitas nilai
lainnya. Misalnya, komponen ringan dapat mengurangi biaya transportasi produk
akhir
·
Menurunkan
biaya pembeli dalam aktivitas nilai yang tidak berhubungan dengan produk fisik
·
Menurunkan
resiko kerusakan produk dan dengan begitu, menurunkan biaya kerusakan produk
yang telah dihitung oleh pembeli.
d.
Meningkatkan
kinerja pembeli
Untuk meningkatkan kinerja (performance) pembeli, perusahaan perlu
memahami kinerja yang diinginkan dari sudut pandang pembeli. Meningkatkan
kemampuan kinerja pembeli berskala industry, pedagang, dan lembaga ditentukan oleh
hal-hal yang menciptakan diferensiasi bagi pembeli. Jadi kebutuhan pembeli juga
harus dipahami, dan untuk itu diperlukan analisis yang sama seperti nilai
pembeli. Truk yang dijual kepada pembeli berupa perusahaan barang konsumsi yang
kemudian memakainya untuk membawa barang ke toko-toko pengecer merupakan contoh
yang baik. Jika toko-toko pengecer menginginkan truk yang mempunyai kapasitas
angkut yang cocok untuk tujuan itu dengan harga yang wajar. Contoh lainnya
adalah dalam menjual produknya kepada produsen
mobil, Velcro berhasil mencapai diferensiasi kareena alat pengikat buatannya
lebih luwes dan memungkinkan dibuatnya berbagai pilihan desain interior bagi
mobil yang disukai konsumen.
Bagi produk yang dijual kepada pembeli perorangan, meningkatkan kinerja
pembeli merupakan hal yang ditentukan oleh kemampuan memuaskan kebutuhan
mereka.
H.
Jebakan Dalam Diferensiasi
Sebagian besar jebakan ini
merupakan akibat tidak lengkapnya pemahaman tentang landasan yang mendasari
diferensiasi atau biayanya.
Jebakan-jebakan itu yaitu:
1.
Keunikan
yang tidak bernilai
Memiliki
keunikan dalam sesuatu hal bukan selalu berarti bahwa perusahaan bersangkutan
telah mencapai diferensiasi. Keunikan tidak mengarah ke tercapainya
diferensiasi kecuali jika keunikan ini menurunkan biaya pembeli atau
meningkatkan kinerja pembeli sebagaimana terlihat oleh pembeli itu sendiri
seperti yang sudah dijelaskan di depan tadi. Tes yang baik untuk menilai sebuah
keunikan adalah apakah perusahaan yang bersangkutan bisa menetapkan premi harga
yang tahan lama dalam melakukan penjualan ke pembeli yang berpengetahuan
mendalam.
2.
Diferensiasi
yang terlalu banyak
Jika
perusahaan tidak memahami mekanisme dimana aktivitas mempengaruhi nilai pembeli
atau persepsi pembeli tentang nilai, maka ada kemungkinan perusahaan ini
mencapai diferensiasi yang terlalu berlebihan. Misalnya jika kualitas produk
atau tingkat pelayanan lebih tinggi daripada yang dibutuhkan pembeli, ,maka
perusahaan bersangkutan bisa rawan terhadap pesaing yang menyediakan produk yang
kualitasnya pas dan harganya lebih rendah.
3.
Premi
harga yang terlalu tinggi
Premi
harga sebagai hasil diferensiasi merupakan hal yang di tentukan oleh nilai dan
daya tahan diferensiasi itu. Pesaing yang mendiferensiasikan diri akan
ditinggalkan oleh pembeli kalau premi harganya menjadi terlalu tinggi.
4.
Mengabaikan
perlunya mengisyaratkan nilai
Mengabaikan
kriteria pengisyaratan dapat membuat perusahaan yang bersangkutan rawan
terhadap serangan pesaing yang menyediakan nilai tidak terlalu tinggi, tetapi
memiliki pemahaman lebih baik mengenai proses pembelian pembeli.
5.
Tidak
mengetahui biaya diferensiasi
Perusahaan
sering kali tidak mengisolasikan biaya aktivitas yang mereka lakukan untuk
mendiferensiasikan diri, tetapi malahan berasumsi bahwa diferensiasi mempunyai
arti ekonomi. Jadi, perusahaan mengeluarkan uang lebih banyak bagi diferensiasi
daripada yang bisa mereka peroleh kembali lewat premi harga, atau gagal
mengeksploitasi cara-cara untuk menurunkan biaya diferensiasi lewat pemahaman
tentang factor penentu biayanya.
6.
Berfokus
pada produk, bukan pada seluruh rantai nilai
Sebagian
perusahaan melihat diferensiasi hanya dari segi produk fisik, dan tidak
mengeploitasi peluang untuk mendiferensiasikan diri pada segmen lain yang ada
pada rantai nilai.
7.
Gagal
mengenali segmen pembeli.
Kriteria pembelian pembeli dan
susunan peringkatnya biasanya berbeda-beda antara pembel satu dengan yang
lainnya sehingga akan muncul segmen pembeli. Jika perusahaan tidak mengenali
adanya segmen ini, maka strateginya tidak akan memenuhi dengan baik kebutuhan
pembeli sehingga hal ini membuat perusahaan bersangkutan rawan terhadap
strategi fokus.
BAB III
PENUTUP
Strategi Pembedaan Produk (differentiation), mendorong
perusahaan untuk sanggup menemukan keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi
sasarannya. Keunikan produk (barang atau jasa) yang dikedepankan ini
memungkinkan suatu perusahaan untuk menarik minat sebesar-besarnya dari
konsumen potensialnya. Cara pembedaan produk bervariasi dari pasar ke pasar,
tetapi berkaitan dengan sifat dan atribut fisik suatu produk atau pengalaman
kepuasan (secara nyata maupun psikologis) yang didapat oleh konsumen dari
produk tersebut. Berbagai kemudahan pemeliharaan, features tambahan, fleksibilitas,
kenyamanan dan berbagai hal lainnya yang sulit ditiru lawan merupakan sedikit
contoh dari diferensiasi. Strategi jenis ini biasa ditujukan kepada para
konsumen potensial yang relatif tidak mengutamakan harga dalam pengambilan
keputusannya (price insensitive).
Esensi dari strategi diferensiasi adalah perusahaan dapat
memberikan perbedaan yang lebih unik dari pada pesaing, sehingga dengan
perbedaan itu konsumen memiliki nilai yang lebih tinggi.
Ada beberapa pembagian dalam strategi deferensiasi yang dapat
dimanfaatkan untuk menunjang produk yang lebih baik, baik dari jenis prodak,
pemasaran, sampai tempat yang digunakan untuk memajukan prodak tersebut.
Strategi diferensiasi bertujuan untuk menciptakan jurang terlebar
antara nilai pembeli yang tercipta (dan, karenanya premi harga yang berhasil
ditetapkan) dan biaya keunikan dalam rantai nilai perusahaan. Biaya
diferensiasi akan berbeda-beda menurut aktivitas nilainya, dan perusahaan
bersangkutan perlu memilih aktivitas yang kontribusinya pada nilai pembeli
adalah yang terbesar relative terhadap biayanya.
Beberapa keuntungan yang di dapatkan dengan menggunakan strategi ini
diantaranya adalah produk lebih mudah diingat para konsumen, Produk lebih unggul dibandingkan dengan produk lainnya, Harga
Jual Produk lebih tinggi, Mengatasi masalah kejenuhan pasa, Membantu
terciptanya image produk, Fleksibilitas
produk yang lebih besar, sserta masih banyak keuntunganyang akan di dapatkan
ketika kita menggunakan strategi ini.
DAFTAR PUSTAKA
Gitasudarmo,
Indriyo. 2001. Manajemen Strategi. Yogyakarta: BPFE
Jummaini. 2009.
Jurnal: Pengaruh Strategi Diferensiasi Terhadap Keunggulan Bersaing Pada
Distro Dan Butik Di Kota Lhokseumawe
Kertajaya,
2010. Connect,Surving New Wave Marketing strategy. Jakarta: Salemba
Empat
Kotler, Philip. 1998. Manajemen
Pemasaran. Jakarta: Erlangga
Porter, Michael. 1994. Keunggulan Bersaing: Menciptakan dan
Mempertahankan Kinerja Unggul, Jakarta: Alih Bahasa Tim Penterjemah
Binarupa Aksara
http://matakuliahekonomi.wordpress.com/tag/strategi-diferensiasi/ diakses pada tanggal 20 April 2013 diakses 20:34
http://mustamu.wordpress.com/2009/01/12/tipe-tipe-strategi/ diakses pada tanggal 02 Mei 2013, diakses 13:12
http://situkangitoeng.blogspot.com/2012/05/diferensiasi-dan-positioning-produk.html diakses pada tanggal 20 April 2013, diakses 20:00
http://sondis.blogspot.com/2013/03/pengertian-strategi-differensiasi.html diakses pada tanggal 01 Mei 2013, diakses 21:15
[1] Philip
Kotler, Manajemen Pemasaran,
(Jakarta, Erlangga, 1998) , hlm. 174
[2] Kertajaya,
Connect,Surving New Wave Marketing strategy,(Jakarta, Salemba Empat,
2010)
[3]
Jummaini, Jurnal: Pengaruh Strategi Diferensiasi Terhadap Keunggulan
Bersaing Pada Distro Dan Butik Di Kota Lhokseumawe (Lhokseumawe, 2009)
[4] Ibid,
hlm. 162
[5] Michael
porter, Keunggulan Bersaing: Menciptakan dan Mempertahankan Kinerja Unggul,
(Alih Bahasa Tim Penterjemah Binarupa Aksara, 1994), hlm. 130
[6] Ibid,
hlm. 134
Tidak ada komentar:
Posting Komentar